Postingan

Menampilkan postingan dengan label Septi Nofia Sari

Usai Tengah Malam

Gambar
Malam sudah amat larut. Jalan di depan rumah sudah benar-benar lengang. Dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka, lampu ruangan lain di rumah ini sudah padam semua. Tentu saja. Melalui remang cahaya lampu tidur, jarum pendek jam dinding bergerak ke angka dua belas. Aku sudah berkali-kali berusaha memejamkan mata, tapi tetap saja gagal. Setiap kali rasa kantuk mengambil alih, kali itu juga jantungku berdetak makin kencang. Bukan kali ini saja aku mengalami gangguan tidur setelah melewati tengah malam. Ini malam ke sekian dan aku tahu persis apa penyebabnya. pixabay.com Aku mendesah, beranjak duduk dari posisi berbaring. Kupelototi benda dengan ukuran 1,5 x 1,5 meter itu. Berpintu dua daun, yang sudah rusak salah satu kuncinya sehingga harus diganjal lipatan kertas agar bisa tertutup. Kayunya sudah hampir lapuk, dan dimakan rayap di beberapa sisi. Warna biru cat kayunya pun sudah terkelupas sana sini. Entah berapa umur lemari ini, karena benda itu adalah pemberian atasan...

RENJANA LARA

Gambar
  Olehmu, aku rebah. Bait-baitmu resah, sebah, menyampah. Kuucap salam pisah, berdengung laksana lebah. Lenyap, bisakah? Kita tak pernah jera menyelisihi masa. Inginku, sebentar tinggal, memperdengarkan sajak-sajak perca. Inginmu, melebur berpendar, persetan dengan rasa.   pixabay.com Kumau kita cipta jeda, barangkali kau sedia abaikan beda. Lihat aku sekali lagi—sepasang jendelaku—temukanlah senja itu. Jingga yang kita pernah impi 'tuk tergenggam, meski akhirnya kau serpihkan. Lari bersama dosa, kau bakar aku bersama tinta serta aksara. Aku dan engkau akan selamanya terluka, katamu, hilang tertelan lara. Renjana.   Septi Nofia Sari Magelang, April 2019