Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rony Del Bachty

Pesona

Gambar
pixabay.com Tebarkan pesonamu… Tumbuhlah menjadi seseorang suka atau pun tidak Pergolakan akan menjulur sendiri Pucuk-pucuk muda selalu memberi kesan mendalam Batang-batang tua menjadi penopang Kekuatan sesungguhnya ada pada akar yang kokoh. Tebarkan pesonamu… selama akar masih berpegang Angin akan bersembunyi dibalik sunyi. Rony Del Bachty  Pulo Tiga, Aceh Tamiang

Syai Kelana

Gambar
Sang penyamun boleh saja sembunyikan keledai Elang tahu arah angin akan membawa Sejurus pandang setara haluan Kehendak di tuju pasti ‘kan sampai. Di langit syair dan sajak tertulis rapi Setiap bait melafalkan langkah-langkah Tiada sesiapa boleh menggubah Karena ketentuan adalah rahasia Ilahi. pixabay.com Siapa dapat pahamkan arti kehadiran Selayaknya ia berada di biduk impian Siapa tak pandai kuasai badan Ia jua meratapi nasibnya di tepian. Sebaik pilihan tentukan pikir dengan hati Setiap perbuatan satukan langkah dan arah Meski mata angin dan haluan sulit terkendali Pabila niat membumi, segalanya jadi mudah. Rony Del Bachty Pulo Tiga, Aceh Tamiang 04 Juli 2018

Manusia dan Binatang

Gambar
Kalau mulut berbicara, Otak berpikir Karena dia bukan binatang Kalau mulut diam, Hati berbicara Karena dia bukan binatang. Kalau hati diam; berarti ada yang membisiki; (Mungkin dibisikin, “Kau ini binatang.”) Siapa yang membisiki? Ya binatang juga binatang buruk rupa, bermulut manis, lidah bercabang, tanduk api. pixabay.com Hati akan gamang, otak nggak bisa mikir, mulut cuma bisa berteriak, “Kurang ajar! Aku di bilang binatang Kenapa kau sebut begitu, Setan Alas! Enyah kau!” Antara manusia dan binatang; Beda tipis Manusia bisa seperti binatang Bahkan lebih kejam, lebih beringas lebih rakus dari binatang Tapi ngakunya manusia. Demikian kalau hati mudah dirasuki Otak jadi nggak waras, mulut komatkamit nggak jelas Apa bedanya dengan binatang? Kecuali kalau di hatinya ada Tuhan Hati yang selalu ingat Tuhan Maka dia takkan seperti binatang. Rony del Bachty Pulo Tiga, Aceh Tamiang 14 Juli 2018

Angan-angan Nelayan

Gambar
Seorang nelayan dan perahu kosong di anak sungai ‘Tika fajar menyingsing ia segera mengayuh perahu dengan gembira; berharap jumpa pelabuhan nan megah Atau dermaga nan rupawan ‘tuk menambatkan perahunya. Kiri kanan mata melirik perahu di kayuh sampai jauh Matari nan tinggi setengah tiang sudah melewati Tak jua ia temukan yang di tuju meski raga berpeluh Dalam hati bertanya,”mungkinkah akan kutemukan barang sekali?” pixabay.com Di ujung sungai mega-mega tampak tersenyum menyambut matari Muara terlihat nyata berikutnya lautan luas menanti Semakin perahu di kayuh aras semakin tak laju Dalam resah berpikir mana mungkin kembali ke hulu. Nelayan oh nelayan malang, sekira mata jeli memandang Sepanjang perjalanan banyak tepian terlewatkan Meski tak semegah pelabuhan dan serupawan dermaga, Setidaknya perahumu dapat kau tambatkan di sana. Rony del Bachty Pulo Tiga, Aceh Tamiang 05 Juli 2018

Jangan Tanyakan Mengapa

Duhai engkau akan kukatakan padamu ingatkah kau arti hidup sesungguhnya? alangkah kehadiran itu adalah bagian paling sederhana sejalan tanya akan kukatakan padamu; “Air mengalir itu pastilah ia akan bermuara namun muara bukanlah tujuan akhir, adalah lautan perhentian sebelum menuju singgasana.” Demikian perumpamaan ini aku nukilkan duhai permata meski jalan kuberikan tak sempurna kata, mengertilah! Aku ada untuk suatu kesepakatan di sebalik tanyamu perjamuan malam tlah kusediakan. Pergumulan bukanlah halangan dari kisah perjumpaan Ada masa kita akan mempertemukan jalan menuju kemanapun aku pergi ukurlah dengan napasmu akan kubawa engkau pada puncak arus kehampaan. Di sana kita akan muarakan cinta dengan hati yang terang menemuiNya sepenuh jiwa. Rony Del Bachty  Pulo Tiga, Aceh Tamiang 18 Januari 2018

Ambil Waktumu

Gambar
Coba ingat matahari kemarin Masihkah ia seteduh hari ini? Coba berharap matahari esok Masihkah akan kau temukan indahnya? Terkadang kita lupa… Matahari kemarin dan sekarang, sama Begitu pun esok, tetap sama. Ini adalah tentang waktu… Waktu yang terbuang percuma, atau berguna Tuhan beri jangka agar memahami arti hidup Bukan sekedar menjalani, melainkan untuk mencari jalan pulang. pixabay.com Laksana seorang musafir di padang tandus Sudahkah bekal tercukupi? Kau boleh saja tersesat ribuan mil Tapi rumah impianmu selalu menanti kehadiran Jangan katakan ini beban Beban sesungguhnya tatkala kau tak dapat temui matahari. Jangan berpikir lama kawan Tak guna ratapi yang pergi dan hilang Selagi waktu (masih) mengikuti langkah kaki, ambil kesempatan itu sebelum ia benar-benar di telan awan. Rony del Bachty Pulo Tiga, Aceh Tamiang 08 Juli 2018 Please follow and

Kehadiran yang Tidak Dikenang

Gambar
Kelahiranku tak bersuara; Atau memang tidak disuarakan Atau suara terlalu parau Tersekat dikerongkongan Hening tanpa cita berbuah puji Tiada gegap gempita dan derap langkah serdadu Sambil meneriakkan, “Huraa!” Hanya menjadi pemanis dibarisan belakang Selanjutnya melangkah sendiri dengan tenang. Kelahiranku adalah symbol tersimpul dua Ada kalanya sedih bercampur gembira Atau sebaliknya Gaungnya tak terdengar dilangit jingga Burung-burung pun enggan berbicara Bibirnya kelu tersekat batas-batas normal Malu untuk mengakui dibalik penantian panjang. pixabay.com Kehadiranku cukup aku yang tahu Tahu mengukur diri Atau tahu menempatkan sesuatu Tiada kesan fenomenal Terlalu kelam jalan yang ditelusuri Kias-kias bias mengerucut Terlalu sempit menembus batas. Kelahiranku untuk menunaikan janji Menerjang ruang dan waktu Membelah malam sebelum siang Mengunyah siang sebelum senja menikam matahari. Kelahiranku untuk aku Aku yang bersahaja Bebas lepas laksana belibis Tak lupa kubangan l...