Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kharisma De Kiyara

Sesedih Matamu

Gambar
Andai hati tak memiliki kehendak barangkali hidup hanya angin lalu Kau terlanjur mafhum bahwa dunia adalah fana dan butuh keinginan untuk memenuhinya Seumpama langit menjelma rumahmu kau tinggal bagai sepi, sendiri memeluk kerinduan di tepian jendela menatap luas dunia yang sibuk meracuni diri dengan emosi pixabay.com Lantas kau bersijingkat menelusuri sepi mencari bayang-bayang lewat cahaya sebagai teman, sebagai dirimu sendiri Tibalah kau di suatu tempat puncak segala keheningan bergeming, mengurai embun di mata padahal pagi belum tentu tiba Sesedih matamu tak menunggu siapa-siapa untuk reda tak butuh apa-apa agar rela Sesedih matamu bayang-bayang rindu berkelindan katakan saja itu kecemasan. Kharisma De Kiyara Magetan, April 2018

Garbage

Gambar
Setiap  orang  tidak  ingin  memiliki hal yang satu ini meski  dengan  mudah  didapatkan. Ucapan, tindakan  bahkan hanya  berkedip  saja, bila diharamkan, sesegera  mungkin  hal  ini  telah  dimiliki. Setiap  orang  ingin  membuangnya  jauh-jauh, sebab berat  bagi  mereka  memanggulnya  seumur  hidup. Karena  kelak, di  suatu  masa  yang  tak  teraba  bahkan  oleh  akal  kita, semua  akan  dimintai  pertanggungjawaban. Dan  hal  yang  sedang  dimaksud  adalah…. *** pixabay.com Ini malam  yang  begitu  sunyi, Darma  tak  menemu  bintang  di  langit  kelam. Ia  hanya  melihat  pendar cahaya  perak rembulan bergelayut  di  sana. Sesekali, angin  malam  menerpa wajah  melipunya, ...

LOST

Seandainya perpisahan itu seperti pagi yang terburu-buru pergi lantas kembali keesokan hari, sungguh, aku tak akan lelah menanti! Menemukan jalan untuk sampai pada ketiadaan adalah hal mudah meski kita tak benar-benar menginginkannya. Mau tidak mau, suka tidak suka, jika Tuhan telah berkata, apa pun rencana-Nya, kita bisa apa? Menduga-duga saja hanya membuat kita cemas, dan tidak baik pula, bila kita bertakut akan hal-hal yang masih ambigu kepastiannya. Sepagi ini aku sudah terjaga, padahal alarm yang kukendalikan pukul empat subuh belum juga bekerja. Jarum jam masih menunjuk angka dua, dini hari yang gigil dan lepuh dalam kesunyian. Mataku masih mengeja sekeliling ruangan kamar yang sudah sepuluh tahun belakangan kuhuni. Aroma lavendernya selalu sama, pijar lampu sepuluh watt kubiarkan menyala, dan tanpa kusadari tatapanku menyisir nakas di samping ranjang. Figura persegi dengan aksen bunga mawar menghiasi tepiannya terpasang rapi. Tampak olehku dua wajah bertahtakan seny...

Jejak di Mimpi

Gambar
Siapa yang bisa menebak akan bermimpi apa di kala terlelap atau paling tidak menentukan sendiri perjalanan fana di alam bawah sadar? Paling tidak sebab itulah–ketidakberdayaan menentukan topik di mimpi– yang membuat orang-orang menyebutnya kembang tidur. Seperti halnya Dara, ia adalah seorang pemimpi yang tidak bisa membuat sebuah cerita dalam mimpi di tidurnya. Ia suka berandai-andai sebelum tidur, bagaimana bila hidupnya begini, bagaimana bila bentuk tubuhnya langsing begitu, bagaimana bila orang-orang terkasihnya yang pergi bisa kembali. Semua adalah mimpinya, fana. Dan ia menyukainya. Kata orang, apa yang sedang menganggu pikiran bisa jadi sampai terbawa dalam mimpi. Sebab sugesti menekan otak untuk terus memikirkan dan menyesaki lumbung di kepala dengan persoalan tertentu, maka hadirlah sebentuk kecemasan ketika memasuki dunia mimpi. Pun begitu juga Dara, seringkali kepalanya dijejali kemelut. Tidak hanya satu, dua atau sebatas jumlah jari di kedua tangannya. Banyak h...