Sesedih Matamu
Andai hati tak memiliki kehendak barangkali hidup hanya angin lalu Kau terlanjur mafhum bahwa dunia adalah fana dan butuh keinginan untuk memenuhinya Seumpama langit menjelma rumahmu kau tinggal bagai sepi, sendiri memeluk kerinduan di tepian jendela menatap luas dunia yang sibuk meracuni diri dengan emosi pixabay.com Lantas kau bersijingkat menelusuri sepi mencari bayang-bayang lewat cahaya sebagai teman, sebagai dirimu sendiri Tibalah kau di suatu tempat puncak segala keheningan bergeming, mengurai embun di mata padahal pagi belum tentu tiba Sesedih matamu tak menunggu siapa-siapa untuk reda tak butuh apa-apa agar rela Sesedih matamu bayang-bayang rindu berkelindan katakan saja itu kecemasan. Kharisma De Kiyara Magetan, April 2018