Hari Ini Wajah Siapa?
Saat ini; aku merias warna menghancurkannya jadi sisa tiada, terurai katanya selagi masih ada kuas, boleh bertanya hari ini mau wajah apa? Leka kalau tahu luka tak jadi bebat, hujan tak lagi lebat, perca percuma dikata selamat, amuk duri merebak lamat-lamat. Istilahnya asing, tetapi sempat dipuji kamu cantik hari ini Oh, bukan soal mimik dan rupa pasi terjadi selama lesung pipi berlama-lama terlihat, yang manis tetaplah 'kamu' tersebab tiada gula di atas tungku ibu. Kami merapal belas kasih ibu oleh susu yang ditenggak kala itu, tengkyu mendung dirayu senyum kelakar diiring memar wajah, Re. Di depan cermin--masa depan tak terlihat--aku bersandiwara jadi apa setelah esok reda dan anak kalimat tumbuh gampang di pinggir sungai tadah hujan airmatamu kenapa dibuang? Sayang! Pada tahun-tahun mendatang, usai hari ini memerah bulir keterpautan dan kenanga(n) terganti kamboja Setaman menganggap luka adalah bahagia bila terjadi di lain luk...