Postingan

Menampilkan postingan dengan label Shofiyah

Hari Ini Wajah Siapa?

Gambar
Saat ini; aku merias warna menghancurkannya jadi sisa tiada, terurai katanya selagi masih ada kuas, boleh bertanya hari ini mau wajah apa? Leka kalau tahu luka tak jadi bebat, hujan tak lagi lebat, perca percuma dikata selamat, amuk duri merebak lamat-lamat. Istilahnya asing, tetapi sempat dipuji kamu cantik hari ini Oh, bukan soal mimik dan rupa pasi terjadi selama lesung pipi berlama-lama terlihat, yang manis tetaplah 'kamu' tersebab tiada gula di atas tungku ibu. Kami merapal belas kasih ibu oleh susu yang ditenggak kala itu, tengkyu mendung dirayu senyum kelakar diiring memar wajah, Re. Di depan cermin--masa depan tak terlihat--aku bersandiwara jadi apa setelah esok reda dan anak kalimat tumbuh gampang di pinggir sungai tadah hujan airmatamu kenapa dibuang? Sayang! Pada tahun-tahun mendatang, usai hari ini memerah bulir keterpautan dan kenanga(n) terganti kamboja Setaman menganggap luka adalah bahagia bila terjadi di lain luk...

Hipotenusa dari Tuhan

Gambar
Tuhan tidak pernah menghilangkan rasa yang ada di dalam setiap dada manusia. Entah itu perasaan kesal, senang, suka, atau hal biasa sekali pun. Semua memiliki wujud dengan sendirinya; bersistem dan tentu tidak dapat diterka kapan berakhir dan memulainya kembali. Manusia lemah ialah yang mengaku punya perasaan, tetapi sulit merasakan; mungkin salah satu penyebabnya ialah keterpaksaan yang dialami dengan berbagai tumpukan beban yang dibawa. Sebaliknya, manusia yang berperasa peka, ia terkadang akan meringkuk pikiran, kemudian hatinya, dan berakhir dengan ketakutan yang diciptakan sendiri. Untuk apa? tidak lain agar perasaannya tidak menjalar ke seluruh semesta dan bermuara pada kekesalan. Boleh jadi, perasaan yang menggebu pagi ini, akan lenyap tanpa perantara pada siang, sore, malam, besok, lusa, ataupun kapan saja, yang telah Tuhan gariskan waktunya untuk melupa. Mengapa Tuhan menciptakan ‘rasa’ jika manusia tidak mampu menjabar pertanyaan klasik itu? maka, seperti itulah yang dial...