Postingan

Menunggu Hal Pergi

Gambar
  Pada waktu yang sama seluruh manusia di muka bumi ini menunggu. Sebagian ada yang gelisah karena waktu terasa berjalan lamban. Mereka akan hafal dengan gerak detik, sekalipun jam di dinding tidak dilirik. Pada hari itu,   manusia yang bekerja di perusahaan bergengsi menampilkan senyum paling ramah dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya. Ronanya cerah dan dada mereka dipenuhi dengan keinginan-keinginan yang akan direalisasikan setelah penantiannya usai. Ada yang mendadak bekerja dengan giat, ada yang tak sabar hingga mengetuk-ngetukan jari-jemarinya di atas meja kerja , dan ada pula yang menunggu dengan berkali-kali menatap kalender kerja . Mereka menggumam kompak, kapan waktu kerja usai? pixabay.com               Di matamu hal membosankan adalah menunggu, pun demikian menurut para kekasih yang menantikan belahan jiwanya mengajaknya ke pelaminan. Bagimu, menunggu merupakan sebuah harapan pada mata dadu ya...

Mata yang Hilang

Gambar
                Tangan Okta mengepal di garis celana, ia mengembuskan napas beratnya yang diselingi udara pagi. Ada kata yang tak dapat diucapkan, ada sebaris kalimat yang hendak dimuntahkan, namun perasaannya sudah kelu, tak tahan menanggung malu yang bertubi-tubi. Mamanya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah, ia menatap sekilas dari balik tirai jendela kemudian melanjutkan menyapu ruang tamu. Okta memandang kepergian ayahnya dari teras rumah yang dihuni sepi sepanjang waktu. Fajar pamit pulang, warna kuning dan jingga menaburkan keindahan di langit Timur, lentera matahari jatuh pada pucuk daun di pinggiran-pinggiran kota. pixabay.com                    “Ayah! Setiap orang pernah berbuat salah! Tak baik jika terus meratapinya!”               Punggung Ayah hilang. Ia berjalan menyusuri trotoar, m...

Hutang Lunas

Gambar
  “Biarkan aku yang menemuimu, aku akan datang ke tempatmu! Jangan pernah pergi ke tempatku untuk menemuiku.” Pesan Whats-App masuk. Seperti seorang kekasih yang dilanda rindu berbulan-bulan namun tak segera dipertemukan.   Begitulah keinginanku yang ingin bertemu dengannya. Sosok yang membekas dalam imajinasiku, seorang gadis muda dengan pikiran cerdas, dengan tatatapan lembut, dengan senyum riang, dengan gerakan gesit, dan suara tegas yang disempurnakan dengan langkah lincahnya. Di pikiranku, ia pendiam, sedamai bendungan danau di musim kemarau, sesunyi malam yang tak berbintang. Ia anak Karawang, aku anak Magelang. pixabay.com Janji itu telah diucap beberapa bulan lamanya, sebelum Desember berakhir. Ia bahkan kupikir kata yang tak dapat diterjemahkan dengan logika, kusimpan rapat di dalam kotak-kotak asing, tak ingin kubuka meski terkadang aku membayangkan isinya yang akan menakjubkan. Aku takut berharap, sebab harapan terletak pada jarak yang jauh. Aku lebih suka berpij...

Kisah Bocah, Rindu Punggung Nelayan

Gambar
  Malam, ada suatu hal yang hendak dibagikan padamu, sudahkah engkau bangun? Cerita asmara dunia yang berserak di luasnya air yang sewarna langit riang Kawanan burung camar mengepakkan sayap menjemput lautan Nelayan melempar jala Hari lekang dengan gurau di atas karang Buih ombak menghancurkan gundukan pasir, yang dijejak netra sayu, pixabay.com Bocah kecil itu menggenggam masa depan, meringkuk di pesisir, hendak berkisah tentang kelana yang gundah Pagi ini, tak ada kelopak mawar di bibirnya, Jemarinya pun tak menggenggam bahagia, hanya ada setangkai rindu pada nyawa yang pernah diombang-ambingkan cairan biru Takdir diraupnya basah Ia meraung, membuang kenang di dada Puluhan Ayah telanjang, menjauhkan jasad dari daratan Punggung hitam dilahap mentah oleh lautan. 'Nelayan, bertahanlah, lautan tak akan pernah membuatmu menggigil. Nenek moyang telah menjadikannya sebagai kawan.'  Magelang, 27 Juli 2017

Hari Tidak Terjadi

  Bukan karena tak berotasi Pula tak hilang matahari Hari ini tak terjadi Lantaran aku tak di sini Aroma hangus dari hati yang terbakar Dilempar angin menjadi kabar Di sisa abu yang terkapar Aku tak ada Hari tak terjadi Bukan hari siapa-siapa Ini tentang hariku sendiri.   Bogor, 2018

Dirimu dan Penunggu Hal-hal Pergi

Gambar
  Pada waktu yang sama seluruh manusia di muka bumi ini menunggu. Sebagian ada yang gelisah karena waktu terasa berjalan lamban. Mereka akan hafal dengan gerak detik, sekalipun jam di dinding tidak dilirik. Pada hari itu,   manusia yang bekerja di perusahaan bergengsi menampilkan senyum paling ramah dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya. Ronanya cerah dan dada mereka dipenuhi dengan keinginan-keinginan yang akan direalisasikan setelah penantiannya usai. Ada yang mendadak bekerja dengan giat, ada yang tak sabar hingga mengetuk-ngetukan jari-jemarinya di atas meja kerja , dan ada pula yang menunggu dengan berkali-kali menatap kalender kerja . Mereka menggumam kompak, kapan waktu kerja usai? pixabay.com               Di matamu hal membosankan adalah menunggu, pun demikian menurut para kekasih yang menantikan belahan jiwanya mengajaknya ke pelaminan. Bagimu, menunggu merupakan sebuah harapan pada mata dadu ya...